TEMA
BUKU
HADIAH
ISTIMEWA DARI AYAH DAN IBUKU
Malam
itu aku tidak bisa tidur, karena aku memikirkan apa yang terjadi
diwaktu aku bangun pagi. Aku bingung dan aku juga penasaran entah apa yang akan diberikan oleh keluargaku pada hari
ulang tahunku yang ke17. Hanya karena
haltersebut aku sampai tidak keluar
kamar untuk makan malam dengan ayah dan
ibuku. Didalam kamar aku terus
memikirkannya. Didalam hatiku ingin
sekali ayah dan ibu memberikan hadiah yang membuatku sangat senang dan
gembira. Hari esok pun tiba, aku pun langsung cepat - cepat bangun dari tempat
tidur, tetapi ternyata tidak ada hal apa pun yang dipersiapkan oleh keluargaku.
Aku merasa heran dan sangat sedih,
karena aku pikir mereka ingat dengan Hari Ulang
Tahunku.Tetapi aku salah, mereka sama sekali tidak ingat dengan hari
ulang tahunku. Akupun langsung pergi kesekolah seperti biasanya. Walaupun
aku tidak mendapat kejutan dari orang
tuaku, tetapi aku yakin teman - temanku
pasti ingat dengan Hari Ulang Tahunku. Saat tiba disekolah aku segera menuju
keruang kelasku, aku memasuki ruang
kelas ternyata teman – temanku biasa
saja denganku. Dan aku berfikir dalam hatiku, mungkin mereka tidak ingat
dengan Hari Ulang Tahunku. Mereka juga
mengabaikan aku begitu saja. Aku sedih sekali
mengapa teman – temanku dan keluargaku tidak ingat dengan Hari Ulang
Tahunku. Pada hal aku berharap aku mendapatkan
hadiah dan kejutan yang spesial dari
mereka. Tetapi itu tidak mungkin, karena itu hanyalah angan – angan yang
tak mungkin bisa terwujud. Haripun
semakin siang, bel pulangpun sudah berbunyi dan
aku langsung segera pulang kerumah. Sesampainya aku didepan rumah,
rumah sangat kelihatan sepi sekali
seperti tidak ada satu orang pun yang
berada didalam. Akupun berlahan membuka pintu rumahku. Ketika pintu rumah
terbuka semua, aku langsung terkejut
melihat semua kejutan yang diberikan oleh keluargaku. Aku tidak pernah
menyangka bahwasannya keluargaku ternyata ingat dengan hari ulang tahunku, aku sungguh sangat bahagia sekali
mendapat kejutan yang begitu indah dari
keluarga yang aku cintai. Aku selalu berdo`a kepada tuhan semoga tuhan memberikan
kebahagiaan kepada diriku dan keluargaku.
Selain aku mendapat kejutan, aku
juga mendapat hadiah dari ayah dan ibuku.
Pada
malam harinya akupun membuka hadiah yang diberikan oleh ayah dan ibuku didalam kamar. Ternyata setelah aku
membacanya, hadiah itu adalah sebuah buku
yang sangat bagus sekali. Buku itu sama sekali belum pernah aku
melihatnya dan membacanya. Aku senang
sekali atas hadiah yang telah diberikan oleh
orang tuaku. Dan ingin sekali cepat-cepat untuk membaca buku itu. Namun hari sudah
semakin malam dan aku tidak mungkin
sempat untuk membacabuku itu. Karena pada hari
esok aku akan sekolah.
Keesokan
paginya aku cepat-cepat bangun dan membereskan tempat tidur. Kemudian aku menghampiri ayah dan ibuku.
Untuk mengucapkan terima kasih atas
pemberian hadiah yang begitu berharga untukku. Dan setelah aku mengucapkan terima
kasih, aku langsung berangkat kesekolah dengan hati yang sangat gembira.
Sesampainya aku disekolah teman-temanku menghampiriku dan mengucapkan selamat ulang tahun kepadaku. Akupun senyum,
tetapi didalam hati, aku merasa sedih
karena karena teman-temanku terlambat mengucapkan selamat ulang tahun kepadaku. Tetapi dengan demikian aku senang
karena mereka masih ingat dengan hari ulang tahunku. Setelah pulang sekolah
teman – temanku mengerjai aku dengan melempakan
tepung dan telur ketubuhku. Dan dengan rasa malu akupun langsung segera pulang kerumah. Sesampainya aku dirumah aku langsung mandi. Setelah aku selesai mandi aku langsung mengganti
pakaianku. Kemudian aku duduk – duduk
santai, sambil membaca buku pemberian dari orang tuaku. Buku itu
berjudul Perkembangan Negara RI (
Republik Indonesia ) dan kebudayaan – kebudayaan yang Ada Diindonesia. Aku sangat
menyukai buku itu, bahkan aku selalu
membawa buku itu tidur bersamaku. Pada malam hari ini aku membuka dan membaca
buku itu. Perlembar demi perlembar aku
baca, aku menemukan keistimewaan didalam buku itu, yaitu tentang perjuangan para
pahlawan pada zaman dulu untuk mempertahankan keutuhan RI ( Republik Indonesia
). Aku sangat senang sekali memiliki buku
itu, karena dengan membaca buku
itu aku dapat mengetahui dan memahami tentang sejarah RI ( Republik Indonesia ).
Dan dengan buku itu dapat memotivasi diriku untuk mencontoh sikap dan keberanian para Pahlawan. Buku itu banyak
memberikan inpirasi dalam hidupku. Aku sangat menyukai dan menyayangi buku
pemberian dari orang tuaku. Buku yang
seperti inilah yang aku cari, karena tidak semua orang bisa memiliki buku seperti ini. Dan dengan aku memiliki buku ini
aku dapat menambah wawasan dan ilmu pengetahuan dalam hidupku buku pemberian
orang tuaku sungguh sangat istimewa bagi
diriku. Sungguh aku tidak ingin kehilangan dia ( buku ) untuk selamanya.
Diwaktu pagi hari akupun pergi kesekolah, sesampainya
aku disekolah aku bertemu dengan teman –
temanku. Dan aku menceritakan kepada mereka
entang buku yang diberikan oleh
orang tuaku.Teman – temanku dan mendengarkan dengan senang hati. Ketika aku bercerita kepada teman – temanku tentang buku itu. Ada
seseorang temanku yang ingin meminjam bukuku . Karena dia penasaran
dengan isi buku itu namun aku belum
memberikan buku itu kepadanya karena aku belum siap membaca buku itu. Dan aku memutuskan
untuk meminjamkan buku itu kepadanya esok hari. Keesokan harinya, setelah aku selesai
membaca buku itu aku meminjamkan buku
itu kepada temanku dan aku berpesan kepada dia
aku mohon tolong jangan hilangkan
buku ini ya. Karena buku ini sangat berharga untukku dan buku ini juga
pemberian dari orang tuaku.
Malampun telah tiba biasanya jika aku
ingin tidur aku pasti membuka dan
membaca buku itu, tapi sudah beberapa hari
ini buku itu dipinjam oleh temanku dan
aku tidak bisa membuka dan membaca buku
itu. Aku sangat rindu sekali dengan buku kesayanganku dan aku merasa
kehilangan . Pada malam itu juga aku berpikir untuk mengambil kembali buku
yang kupinjamkan kepada temanku pada
esok hari. Keesokan harinya aku berangkat
kesekolah seperti biasa, sesampainya disekolah aku langsung menemui
temanku diruangan kelas. Dan aku
bertanya kepada dia !!! oh ya, apakah kamu sudah siap membaca bukunya ? Maaf ya, buku yang selama
ini aku pinjam telah hilang!!! akupun terkejut mendengarkannya, bahwa buku yang
sangat aku sayangi telah hilang dan
akupun langsung meneteskan air mata karena
buku yang sangat aku
sayangi telah hilang. Tetapi disaat aku bersedih semua teman – temanku mencoba untuk menenangkan aku, tetapi aku tidak bisa
tenang dan berhenti untuk memikirkan
buku itu, bagaimanapun buku itu adalah pemberian dari orang tuaku dan sekaligus adalah sumber ilmu dalam
kehidupanku. Tanpa buku itu aku tidak
mungkin bisa mengetahui tentang
semuanya. Buku itu sangat berharga untuk diriku dan ayah ibuku pun pasti akan marah jika
mendengar buku pemberiannya itu telah
hilang.
Didalam hatiku pun berpikir kenapa
temanku tega menghilangkan buku
kesayanganku. Aku sangat kesal sekali dengan temanku. Dan aku tidak akan
pernah memaafkannya sampai kapanpun.
Sebelum buku kesayangku itu kembali kepadaku. Aku tidak mungkin bisa hidup
tanpa buku itu, karena buku itu telah banyak
memberikan ilmu dan inspirasi untukku. Buku itu juga mengajarkan aku
betapa pentingnya mengahargai dan menghormati
orang lain, maka dari itu aku sangat
sedih sekali jika harus kehilangan buku itu. Menurutku buku itu adalah
orang ketiga yang memberikan arahan yang
baik untukku. Dan tidak mungkin bisa hidup tanpa buku kesayanganku.
Setiap
malam aku selalu memikirkan tentang keberadaan buku itu dan akupun tidak
bisa tidur karena terus
memikirkan dia ( buku ). Aku ingin sekali buku
itu kembali kepadaku, agar aku dapat untuk tahu akan isi buku itu lebih
banyak lagi. Sehingga aku menjadi orang yang pintar. Dihari minggu yang cerah aku jalan – jalan untuk mencari
buku kesayanganku dan aku bertemu dengan
temanku yang meminjam bukuku. Tetapi temanku
berpura – pura tidak melihat. Aku
melihat tingkah laku dia seperti orang yang tidak bersalah kepadaku. Akupun
melanjutkan perjalanan untuk mencari buku kesayanganku, namun sampai saat
ini buku kesayanganku belum aku temukan, aku sungguhsangat bingung harus
mencari kemana lagi buku kesayanganku itu, aku sudah tidak sanggup lagi untuk mencarinya.
Tetapi bagaimanapunaku harus tetap mencarinya. Karena dengan cara apapun buku itu harus kembali lagi
ketanganku. Hingga malam tiba aku juga
belum menemukan buku itu, dan aku memutuskan pulang kerumah untuk istirahat. Sesampainya aku dirumah ayah dan ibuku sudah menunggu aku dirumah dan ibu bertanya
kepadaku.
Nak dari mana kamu ??
Dari rumah teman buk !!
Dan ibukupun percaya dengan
ucapanku, aku langsung masuk kedalam kamar. Setelah aku didalam kamar akupun
terduduk diam dan berpikir bahwa “aku akan
terus menyimpan rahasia ini dari ayah da
ibuku sampai buku
pemberian mereka kutemukan kembali”.
Dipagi
hari yang cerah ini, aku bangun dari tidurku dengan keadaanlemas dan
lesu. Karena bukuku itu bisa
hilang ditangan orang lain. Padahal selama ini buku itu tidak pernah hilang denganku. Akupun memutuskan
untuk siap – siap berangkat kesekolah
dan menemui temanku, ternyata teman sebangku ku tidak masuk kesekolah hari ini. dan aku bertanya kepada teman yang lain,
namun mereka juga tidak mengetahui
tentang keberadaannya. Aku mulai curiga dengan dia, kenapa dia sering
sekali tidak masuk sekolah dan mencoba untuk menghindari aku. Apa mungkin
dia takut untuk bertemu denganku lagi. Karena dia telah
menghilangkan buku kesayanganku. Sewaktu aku pulang sekolah, aku mencoba
menemui dia dirumahnya. Sesampai
dirumahnya aku melihat dia sedang duduk diteras rumah itu. Dan aku menghampiri
dia, tetapi setelah melihat kedatanganku dia terkejut dan langsung masuk kedalam
rumah. Aku mencoba menghalang pintu rumah dia, namun dia terus mencoba menutup pintu itu. Disaat itulah aku mulai
berfikir dan curiga kepadanya. Bahwasannya buku kesayanganku tidak mungkin
hilang begitu saja tetapi buku itu masih
disimpannya. Akupun terus mencoba menyelidiki
tentang apa sebenarnya yang telah terjadi dengan buku kesayanganku. Hari demi
hari aku menyelidiki tentang itu semua. Namun aku belum juga mendapatkan
petunjuk apapun tentang bukuku. Hingga suatu hari, aku melihat dia duduk ditaman
sambil membaca sebuah buku, dan aku
mencoba mengahampirinya tetapi kelihatannya dia takut melihat aku datang menemuinya. Setelah lama aku bertatap
muka dengannya, aku melihat buku yang berada ditangannya seperti bukuku yang
selama ini dia bilang hilang ternyata ada ditangan dia. Sungguh aku tidak
mengerti apa maksud dan tujuan dia mengambil buku kesayanganku. Ternyata
setelah berbicara banyak dengan dia aku jadi tahu apa maksud dia mengambil
bukuku. Karena dia menyukai buku itu dan
tidak ingin kehilangannya, tetapi
tidak mungkin buku itu menjadi miliknya. Karena buku itu adalah sumber ilmu
untukku, sekaligus pemberian dari orang tuaku
dan aku tidak ingin kehilangan buku ini untuk kedua kalinya. Dari
kejadian ini, aku akan lebih berhati – hati lagi dalam menjaga dan merawat buku
pemberian orang tua. Agar buku itu tidak hilang lagi.