Sabtu, 29 November 2014

cerpen hadiah istimewa dari ayah dan ibuku

TEMA BUKU
HADIAH ISTIMEWA DARI AYAH DAN IBUKU
            Malam itu aku tidak bisa tidur, karena aku memikirkan apa yang terjadi diwaktu aku bangun pagi. Aku bingung dan aku juga penasaran entah apa  yang akan diberikan oleh keluargaku pada hari ulang tahunku yang ke17. Hanya  karena haltersebut  aku sampai tidak keluar kamar untuk makan malam dengan   ayah dan ibuku. Didalam kamar aku terus  memikirkannya. Didalam hatiku ingin  sekali ayah dan ibu memberikan hadiah yang membuatku sangat senang dan gembira. Hari esok pun tiba, aku pun langsung cepat - cepat bangun dari tempat tidur, tetapi ternyata tidak ada hal apa pun yang dipersiapkan oleh keluargaku. Aku   merasa heran dan sangat sedih, karena aku pikir mereka ingat dengan Hari Ulang  Tahunku.Tetapi aku salah, mereka sama sekali tidak ingat dengan hari ulang  tahunku. Akupun langsung  pergi kesekolah seperti biasanya. Walaupun aku tidak  mendapat kejutan dari orang tuaku, tetapi aku yakin teman -  temanku pasti ingat dengan Hari Ulang Tahunku. Saat tiba disekolah aku segera menuju keruang  kelasku, aku memasuki ruang kelas ternyata teman – temanku biasa  saja denganku. Dan aku berfikir dalam hatiku, mungkin mereka tidak ingat dengan  Hari Ulang Tahunku. Mereka juga mengabaikan aku begitu saja. Aku sedih sekali  mengapa teman – temanku dan keluargaku tidak ingat dengan Hari Ulang Tahunku. Pada  hal aku berharap aku mendapatkan hadiah dan kejutan yang spesial dari  mereka. Tetapi itu tidak mungkin, karena itu hanyalah angan – angan yang tak  mungkin bisa terwujud. Haripun semakin siang, bel pulangpun sudah berbunyi dan  aku langsung segera pulang kerumah. Sesampainya aku didepan rumah, rumah  sangat kelihatan sepi sekali seperti tidak ada  satu orang pun yang berada didalam. Akupun berlahan membuka pintu rumahku. Ketika pintu rumah terbuka semua, aku  langsung terkejut melihat semua kejutan yang diberikan oleh keluargaku. Aku tidak pernah menyangka bahwasannya keluargaku ternyata ingat dengan hari ulang  tahunku, aku sungguh sangat bahagia sekali mendapat kejutan yang begitu indah  dari keluarga yang aku cintai. Aku selalu berdo`a kepada tuhan semoga tuhan memberikan kebahagiaan kepada diriku dan keluargaku.
Selain aku mendapat kejutan, aku juga mendapat hadiah dari ayah dan ibuku.

Pada malam harinya akupun membuka hadiah yang diberikan oleh ayah dan ibuku  didalam kamar. Ternyata setelah aku membacanya, hadiah itu adalah sebuah buku  yang sangat bagus sekali. Buku itu sama sekali belum pernah aku melihatnya dan  membacanya. Aku senang sekali atas hadiah yang telah diberikan oleh  orang tuaku. Dan ingin sekali cepat-cepat untuk  membaca buku itu. Namun hari sudah semakin  malam dan aku tidak mungkin sempat untuk membacabuku itu. Karena pada hari  esok aku akan sekolah.
          Keesokan paginya aku cepat-cepat bangun dan membereskan tempat tidur.  Kemudian aku menghampiri ayah dan ibuku. Untuk mengucapkan terima kasih atas  pemberian hadiah yang begitu berharga untukku. Dan setelah aku mengucapkan  terima  kasih, aku langsung berangkat kesekolah dengan hati yang sangat gembira. Sesampainya aku disekolah teman-temanku menghampiriku dan mengucapkan  selamat ulang tahun kepadaku. Akupun senyum, tetapi didalam hati, aku merasa  sedih karena karena teman-temanku terlambat mengucapkan  selamat ulang tahun  kepadaku. Tetapi dengan demikian aku senang karena mereka  masih ingat dengan  hari ulang tahunku. Setelah pulang sekolah teman – temanku mengerjai aku dengan  melempakan tepung dan telur ketubuhku. Dan dengan rasa malu akupun langsung   segera pulang kerumah. Sesampainya  aku dirumah aku langsung mandi. Setelah  aku selesai mandi aku langsung mengganti pakaianku. Kemudian aku duduk – duduk  santai, sambil membaca buku pemberian dari orang tuaku. Buku itu berjudul   Perkembangan Negara RI ( Republik Indonesia ) dan kebudayaan – kebudayaan yang Ada Diindonesia. Aku sangat menyukai buku itu, bahkan aku  selalu membawa buku itu tidur bersamaku. Pada malam hari ini aku membuka dan membaca buku itu. Perlembar demi  perlembar aku baca, aku menemukan keistimewaan didalam buku itu, yaitu tentang perjuangan para pahlawan pada zaman dulu untuk mempertahankan keutuhan RI ( Republik Indonesia ). Aku sangat senang sekali memiliki buku  itu, karena dengan  membaca buku itu aku dapat mengetahui dan memahami tentang sejarah RI ( Republik Indonesia ). Dan dengan buku itu dapat memotivasi diriku untuk mencontoh sikap dan  keberanian para Pahlawan. Buku itu banyak memberikan inpirasi dalam hidupku. Aku sangat menyukai dan menyayangi buku pemberian dari orang tuaku. Buku  yang seperti inilah yang aku cari, karena tidak semua orang bisa memiliki buku  seperti ini. Dan dengan aku memiliki buku ini aku dapat menambah wawasan dan ilmu pengetahuan dalam hidupku buku pemberian orang tuaku sungguh sangat  istimewa bagi diriku. Sungguh aku tidak ingin kehilangan dia ( buku ) untuk  selamanya.
          Diwaktu  pagi hari akupun pergi kesekolah, sesampainya aku disekolah aku  bertemu dengan teman – temanku. Dan aku menceritakan kepada mereka  entang  buku yang diberikan oleh orang tuaku.Teman – temanku dan mendengarkan dengan  senang hati. Ketika  aku bercerita kepada  teman – temanku tentang buku  itu. Ada  seseorang temanku yang ingin meminjam bukuku . Karena dia penasaran dengan isi  buku itu namun aku belum memberikan buku itu kepadanya karena aku belum siap  membaca buku itu. Dan aku memutuskan untuk  meminjamkan buku itu kepadanya  esok hari. Keesokan harinya, setelah aku selesai membaca buku itu aku  meminjamkan buku itu  kepada temanku dan aku berpesan  kepada dia  aku mohon  tolong jangan hilangkan buku ini ya. Karena buku ini sangat berharga untukku dan  buku ini juga  pemberian dari  orang tuaku. Malampun telah tiba biasanya jika aku  ingin tidur aku pasti membuka  dan membaca  buku itu, tapi sudah beberapa hari ini  buku itu dipinjam oleh temanku dan aku tidak bisa membuka dan membaca buku  itu. Aku sangat rindu sekali dengan buku kesayanganku dan aku merasa kehilangan . Pada malam itu juga aku berpikir untuk mengambil kembali buku yang  kupinjamkan kepada temanku pada esok hari. Keesokan harinya aku berangkat  kesekolah seperti biasa, sesampainya disekolah aku langsung menemui temanku  diruangan kelas. Dan aku bertanya kepada dia !!! oh ya, apakah kamu sudah siap  membaca bukunya ? Maaf ya, buku yang selama ini aku pinjam telah hilang!!! akupun terkejut mendengarkannya, bahwa buku yang sangat aku sayangi telah  hilang dan akupun langsung meneteskan air mata karena  buku yang  sangat  aku  sayangi telah hilang. Tetapi disaat aku bersedih semua  teman – temanku mencoba  untuk menenangkan aku, tetapi aku tidak bisa tenang dan berhenti untuk  memikirkan buku itu, bagaimanapun buku itu adalah pemberian dari orang tuaku  dan sekaligus adalah sumber ilmu dalam kehidupanku. Tanpa buku itu aku tidak  mungkin bisa  mengetahui tentang semuanya. Buku itu sangat berharga untuk diriku dan  ayah ibuku pun pasti akan marah jika mendengar buku pemberiannya itu telah  hilang.
Didalam hatiku pun berpikir kenapa temanku tega menghilangkan buku  kesayanganku. Aku sangat kesal sekali dengan temanku. Dan aku tidak akan pernah  memaafkannya sampai kapanpun. Sebelum buku kesayangku itu kembali kepadaku. Aku tidak mungkin bisa hidup tanpa buku itu, karena buku itu telah banyak  memberikan ilmu dan inspirasi untukku. Buku itu juga mengajarkan aku betapa  pentingnya mengahargai dan menghormati orang lain, maka dari itu aku sangat  sedih sekali jika harus kehilangan buku itu. Menurutku buku itu adalah orang ketiga  yang memberikan arahan yang baik untukku. Dan tidak mungkin bisa hidup tanpa buku kesayanganku.
          Setiap malam aku  selalu memikirkan  tentang keberadaan buku itu dan  akupun tidak  bisa tidur karena  terus memikirkan dia ( buku ). Aku ingin sekali buku  itu kembali kepadaku, agar aku dapat untuk tahu akan isi buku itu lebih banyak lagi. Sehingga aku menjadi orang yang pintar. Dihari minggu  yang cerah aku jalan – jalan untuk mencari buku kesayanganku dan aku bertemu  dengan temanku yang meminjam bukuku. Tetapi temanku  berpura – pura tidak  melihat. Aku melihat tingkah laku dia seperti orang yang tidak bersalah kepadaku.  Akupun  melanjutkan perjalanan untuk mencari buku kesayanganku, namun sampai saat ini buku  kesayanganku  belum aku temukan, aku sungguhsangat bingung harus mencari kemana lagi buku kesayanganku itu, aku sudah tidak sanggup lagi untuk mencarinya. Tetapi bagaimanapunaku harus tetap mencarinya. Karena dengan  cara apapun buku itu harus kembali lagi ketanganku. Hingga malam tiba aku juga  belum menemukan buku itu, dan aku memutuskan  pulang kerumah untuk  istirahat. Sesampainya  aku dirumah ayah dan ibuku sudah  menunggu aku dirumah dan ibu  bertanya  kepadaku. 
Nak dari mana kamu ??
Dari rumah teman buk !!
Dan ibukupun percaya dengan ucapanku, aku langsung masuk kedalam kamar. Setelah aku didalam kamar akupun terduduk diam dan berpikir bahwa “aku akan  terus menyimpan rahasia ini dari ayah da  ibuku  sampai  buku  pemberian mereka  kutemukan  kembali”.


          Dipagi hari yang cerah ini, aku bangun dari tidurku dengan keadaanlemas  dan  lesu. Karena bukuku itu  bisa hilang ditangan orang lain. Padahal selama ini buku itu tidak  pernah hilang denganku. Akupun memutuskan untuk siap – siap berangkat  kesekolah dan menemui temanku, ternyata teman sebangku ku tidak masuk kesekolah hari  ini. dan aku bertanya kepada teman yang lain, namun mereka juga tidak mengetahui  tentang keberadaannya. Aku mulai curiga dengan dia, kenapa dia sering sekali tidak masuk sekolah dan mencoba untuk menghindari aku. Apa mungkin dia  takut untuk  bertemu denganku lagi. Karena dia telah menghilangkan buku kesayanganku. Sewaktu aku pulang sekolah, aku mencoba menemui dia dirumahnya. Sesampai  dirumahnya aku melihat dia sedang duduk diteras rumah itu. Dan aku menghampiri dia, tetapi setelah melihat kedatanganku dia terkejut dan langsung masuk kedalam rumah. Aku mencoba menghalang pintu rumah dia, namun dia terus mencoba  menutup pintu itu. Disaat itulah aku mulai berfikir dan curiga kepadanya. Bahwasannya buku kesayanganku tidak mungkin hilang begitu saja tetapi buku itu  masih disimpannya.  Akupun terus mencoba menyelidiki tentang apa sebenarnya yang telah terjadi dengan buku kesayanganku. Hari demi hari aku menyelidiki tentang itu semua. Namun aku belum juga mendapatkan petunjuk apapun tentang  bukuku.  Hingga suatu hari, aku melihat dia duduk ditaman sambil membaca sebuah  buku, dan aku mencoba mengahampirinya tetapi kelihatannya dia takut melihat aku  datang menemuinya. Setelah lama aku bertatap muka dengannya, aku melihat buku yang berada ditangannya seperti bukuku yang selama ini dia bilang hilang ternyata ada ditangan dia. Sungguh aku tidak mengerti apa maksud dan tujuan dia mengambil buku kesayanganku. Ternyata setelah berbicara banyak dengan dia aku jadi tahu apa maksud dia mengambil bukuku. Karena dia menyukai buku itu dan  tidak  ingin kehilangannya, tetapi tidak mungkin buku itu menjadi miliknya. Karena buku itu adalah sumber ilmu untukku, sekaligus pemberian dari orang tuaku  dan aku tidak ingin kehilangan buku ini untuk kedua kalinya. Dari kejadian ini, aku akan lebih berhati – hati lagi dalam menjaga dan merawat buku pemberian orang tua. Agar buku itu tidak hilang lagi.   

1 komentar: